Perbedaan Mendasar Hobi dengan Passion

Tidak sedikit amat, dan senantiasa ada di seminar manapun, sahabat- teman yg dgn penuh energi menggalakkan tangan setinggi- tingginya seakan ingin high five sama malaikat, angkat nada bagi tanya bagi saya.

passion hobi

“Coach D yg rupawan, apa sih beda kegemaran sama PASSION?” (okee okeee, kata yg rupawan nya benar-benar aku yg tambahin. Biarin aja mengapa ih…)

Nah, kira-kira tiap-tiap orang punyai kesan tidak sama guna hal ini. Tapi bila aku, aku miliki komentar aku sendiri.

Terhadap aku, kesukaan dan Passion itu miliki pertalian yg pada amat. Saking dekatnya, mereka hingga mampu dibilang mereka yaitu mas dede. Bedanya, kegemaran hina rasa DAGDIGDUG yg kebanyakan ADA di Passion, kegemaran cela rasa ANTUSIAS yg rata rata mencocokcocok Passion, dan kesukaan aib rasa kemauan bagi pandangan hidup senantiasa bersamanya, yg umumnya senantiasa menemani Passion.

Simplenya?

Hobi itu kayak kecengan. Passion itu Cinta Sejati!

Kecengan dapat menjadi Cinta sejati. Tapi nggak semuanya!

Kecengan enteng dilupakan, Cinta sejati daim selamanya!

menjadi kepada mempermudah kita meraih Passion, sepatutnya kita sanggup mulai sejak meliriknya permulaan kegemaran! Sama seperti dikala kita mencari jodoh sehidup semati dgn menseleksi kecengan yg ada disaat ini. Tapiiiiiii, macam mana dong jikalau tidak sedikit orang yg Hobinya aja nggak tahu!

Tentu dapat agak sibuk mencari Passion nya.

aku menjadi ingat satu buah kisah.

Di suatu SMA, Pak Tobi, seseorang instruktur baru membujuk murid- muridnya guna memperkenalkan diri sambil menyatakan kesukaan masing- masing. menjadi perkenalan tengah dimulai, alamat siswa- peserta didik cowok.

“Pagi pak, aku Bambang”, kata laki laki awal. kesukaan aku ngeliatin busa di kamar mandi”.

Hah? favorit yg gila. Tapi sudahlah, kita nggak bisa ngejudge favorit orang, pikir gurunya tenang.

aku Rudi”, kata laki laki ke-2. kesukaan aku ngeliatin busa di kamar mandi”.

Apa? Kok ada semula yg ginian? Ohh, jangan-jangan ia rekan yg baik, ngesupport kegemaran temannya walaupun cangga. Gapapa gapapa, lanjuuut.

aku Panji, kegemaran aku ngeliatin busa di kamar mandi”.

Wookeeeeh, di step ini si tutor percaya apabila ia juga dikerjain sama anak- anak laki laki ini. menjadi lupakanlah anak laki-laki. silahkan bergerak ke anak- anak cewek.

“Halo pak, aku Meri”, kata anak perempuan awal. kegemaran aku ngelukis”.

Alhamdulillah, bedaaaaaa…

“Haihai”, anak putri berikutnya angkat berbicara. aku cantik, kesukaan aku nyanyi”.

Nah, hingga di sini, suasana berkata dan memperkenalkan diri rebah ke tangan satu orang siswi yg mampu dibilang pass tidak serupa bersama siswi- siswi yang lain di kasta itu. Parasnya kece – terjamin awal mendadak aku memanfaatkan kata iras ‘bukannya paras atau mimik – badannya singset, tinggi semampai, dgn rambut hitam berombak seperti yg ada di iklan- iklan shampoo bersama wangi-wangian Photoshop itu lho.

“Pagi pak”, tuturnya dgn lembut, “Nama aku busa, kesukaan aku mandi”.

Anak- anak laki-laki segera gempar cekikikan.

“Ooooooo.” Pak Tobi serta-merta geleng- geleng bergabung ngangguk- ngangguk paham.

basic cowok…

Baca: Tentang Kepuasan Batin dari Mengoleksi Diecast

kegemaran kamu rupa-rupanya merupakan JALAN TOL menuju Passion kamu yg akan bikin kamu berhasil. Kembangkan pun, dan jangan sampai hingga favorit kamu nyangkut di kamar bersiram kayak anak- anak SMA tadi.

ingin nyari pasangan pandangan hidup? Ngeceng!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: